Recent Posts

Kembali Berkolaborasi dengan Disney and Pixar, OPPO Luncurkan Enco W11 Toy Story Edition oleh - reviewclubmalam.xyz

Halo sahabat selamat datang di website reviewclubmalam.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kembali Berkolaborasi dengan Disney and Pixar, OPPO Luncurkan Enco W11 Toy Story Edition oleh - reviewclubmalam.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Tak henti-hentinya OPPO memperkenalkan produk terbaru dengan cara yang unik. Salah satunya, OPPO kerap melakukan kolaborasi untuk merilis produk spesial. Mulai dari menggandeng klub sepakbola dunia, merek ternama, sampai brand ambassador. Bahkan pada akhir 2019 dan awal 2020 lalu, OPPO mengumumkan kolaborasinya dengan Disney. Kolaborasi ini hanya berlaku khusus untuk pasar Indonesia.

Di pertengahan tahun ini, OPPO Kembali melakukan kolaborasi dengan Disney, tepatnya dengan Disney and Pixar. Pixar merupakan studio animasi komputer Amerika Serikat yang berpusat di Emeryville, California, yang juga dikenal memproduksi film animasi Toy Story. Penasaran seperti apa edisi spesial OPPO x Disney and Pixar kali ini?

Pada kesempatan keempat kalinya ini, edisi spesial OPPO Indonesia bersama Disney mengambil tema ‘Be A Greater You’ dari animasi Toy Story

Kolaborasi OPPO bersama Disney and Pixar (Foto: dok. OPPO Indonesia)

Tahun sebelumnya OPPO luncurkan perangkar Reno2 F Nebula Green Disney Special Edition dan A9 2020 Disney Special Bundling. Pada awal tahun ini, OPPO memperkenalkan perangkat Reno2 Year of The Mouse Limited Edition. Pada kerja sama sebelumnya, OPPO mengangkat tema 2020 sebagai tahun tikus logam, maka dari itu kolaborasi tersebut mengambil karakter Mickey Mouse. Sekaligus menandai 25 tahun perjalanan Disney and Pixar, kini OPPO meluncurkan edisi spesial Toy Story.

“Kini kami kembali melanjutkan kemitraan dengan mengambil tema besar ‘Be A Greater You’ yang sekaligus menandai 25 tahun perjalanan Disney and Pixar melalui salah satu kisah paling ikonik, Toy Story,” ujar PR Manager OPPO Indonesia, Aryo Meidianto A, dalam gelaran OPPO Indonesia and Disney and Pixar’s Toy Story Launch Event melalui Zoom Meetings pada Rabu (10/6/2020).

Kolaborasi ini hadirkan perangkat OPPO Enco W11 Disney and Pixar’s Toy Story Edition yang merupakan perangkat true wireless stereo terbaru OPPO

Menandai 25 tahun perjalanan Disney and Pixar (Foto: dok. OPPO Indonesia)

Kolaborasi OPPO Indonesia dengan Disney and Pixar’s Toy Story hadirkan perangkat OPPO Enco W11 Disney and Pixar’s Toy Story Edition. Perangkat Enco W11 sendiri adalah perangkat true wireless stereo terbaru OPPO. Perangkat ini memiliki daya tahan baterai selama 20 jam dan dilengkapi dengan sertifikasi rating IP55 untuk ketahanan terhadap air dan debu. OPPO Enco W11 Disney and Pixar’s Toy Story Edition dijual dengan harga Rp698 ribu. OPPO Enco W11 sendiri akan diperkenalkan pada pertengah bulan Juni.

OPPO memberikan kesempatan untukmu yang lakukan pembelian perangkat A series mulai dari A12, A31, A52 dan A92 untuk dapatkan Enco W11 Disney and Pixar’s Toy Story Edition. Setiap pembelian perangkat A12, A31, A52 dan A92 baik secara online maupun offline. Kamu dapat mengisi data diri dan IMEI perangkat A-series yang dibeli melalui tautan disney.oppomobile.id. Setiap minggunya, selama periode 10â€"30 Juni 2020, OPPO akan lakukan pengundian untuk memilih 30 konsumen beruntung yang akan mendapat edisi spesial Enco W11 Disney and Pixar’s Toy Story Edition. Selain itu, dalam beberapa pekan mendatang, OPPO juga akan mengumumkan kehadiran kolaborasi edisi terbatas OPPO A92 Disney and Pixar’s Toy Story Special Bundling.

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Kembali Berkolaborasi dengan Disney and Pixar, OPPO Luncurkan Enco W11 Toy Story Edition oleh - reviewclubmalam.xyz dan sekianlah artikel dari kami reviewclubmalam.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 19, 2020

7 Lokasi Syuting Drama Korea The King: Eternal Monarch. Cocok Buat Liburan ke Korea Nanti! oleh - reviewclubmalam.xyz

Halo sahabat selamat datang di website reviewclubmalam.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 7 Lokasi Syuting Drama Korea The King: Eternal Monarch. Cocok Buat Liburan ke Korea Nanti! oleh - reviewclubmalam.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Drama Korea yang sedang on-going di Netflix yakni The King: Eternal Monarch sedang jadi buah bibir di media sosial. Hal ini karena banyak teori yang bermunculan terhadap bagaimana akhir dari drama yang menyisakan 3 episode terakhir ini. Berbeda dengan drama lain yang kebanyakan bertema komedi romantis, The King: Eternal Monarch yang bergenre fiksi ilmiah. Perpindahan yang terjadi antara dunia paralel, Kerajaan Corea dan Republik Korea ini tentu bikin pusing penonton. Apalagi ternyata ada ‘time travel’ juga di sana, yang baru diketahui di beberapa episode yang lalu.

Visual yang bermunculan di drama ini sungguh enak dipandang mata. Selain karena pesona Lee Min Ho yang berperan sebagai raja Lee Gon di Kerajaan Corea, setting lokasinya pun juga tampak artistik. Selain hutan bambu yang instagramable, potret istana kerajaan juga sangat menarik. Pengen tahu nggak nih 8 lokasi syuting The King Eternal Monarch? Yuk simak ulasan Hipwee Travel aja ya.

Lokasi pertama tentu saja tempat pertemuan pertama Lee Gon (Lee Min Ho) dan Jeung Tae Ul (Kim Ga Eun) di Gwanghwamun Square, Seoul. Lokasinya tepat di depan Gyeongbokgung Palace, tempat wisata sejarah nomor satu di Korea

gwanghwamun square via www.klook.com

Di episode pertama, tampak Lee Gon bertemu PM Koo di sebuah lapangan berkuda. Lokasinya ini bernama Sono Felice Village Equastrian Club, Vivaldi Park, Gangwon-do. Tempat ini juga jadi lokasi syuting The World of Married juga lho

lapangan berkuda via www.klook.com

Saat Lee Gon kecil menangis karena kematian ayahnya, ia berada di sebuah istana Kingdom of Corea. Lokasi syutingnya tidak di Seoul melainkan di Yongin Daejanggeum Park, Gyeonggi-do. Tempat ini set paling luas untuk syuting drama Korea terutama yang mempunya setting kerajaan masa lalu

Yongin Daejanggeum Park via www.kkday.com

Jembatan Woljeonggo adalah lokasi syuting saat mengambil setting Kingdom of Corea. Jembatan ini biasa jadi tempat ngobrol Lee Gon dan Pengawal wanita Noh. Jembatan ini merupakan warisan dunia UNESCO dan letaknya di kota Gyeongju

jembatan di gyeongju via inikpop.com

Hutan bambu tempat pintu dunia paralel berada sebenarnya bernama Hutan Aopsan yang lokasinya berada di Busan. Tempat ini cukup indah dan instagramable banget. Yakin deh nanti pasti bakal ramai wisatawan ke sana

hutan aopsan busan via www.klook.com

Terdapat kuil indah menempel di tebing yang bikin penonton terpesona. Lokasi kuil tersebut berada di Kuil Saseongam yang terletak di Gunung Osan, Gurye

Kuil Saseongam di Gurye. via inikpop.com

Terakhir, masih ingat kan adegan saat Lee Gon dan Jeung Tae-eul sedang berada di taman saat musim gugur? Nah lokasinya berada di Jungri Sports Park yang berada di kota Daegu. Cantik banget daun warna merah dan kuning di taman ini. Cocok buat adegan romantis sih

jungri sport pak via www.klook.com

Kalau ke Korea jangan lupa mampir ke sana ya!

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai 7 Lokasi Syuting Drama Korea The King: Eternal Monarch. Cocok Buat Liburan ke Korea Nanti! oleh - reviewclubmalam.xyz dan sekianlah artikel dari kami reviewclubmalam.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, July 16, 2020

Perjalanan Jatuh Bangun Reza Arap Menuju Sukses. Pernah jadi Tukang Ojek Hingga Penjaga Warnet! oleh - reviewclubmalam.xyz

Halo sahabat selamat datang di website reviewclubmalam.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Perjalanan Jatuh Bangun Reza Arap Menuju Sukses. Pernah jadi Tukang Ojek Hingga Penjaga Warnet! oleh - reviewclubmalam.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Indonesia boleh berbangga kini salah satu musisinya kembali mendunia, bahkan bukan cuma satu karena personilnya terdiri dari 3 orang plus 1 lagi penyanyi yang digandeng. Yap! Weird Genius yang terdiri dari Eka Gustiwana, Gerald Liu, dan Reza ‘Arap’ Oktovian baru-baru ini cukup bikin heboh karena poster mereka ‘mejeng’ di Times Square, New York. Hal ini dikarenakan lagu mereka yaitu Lathi yang juga menggandeng penyanyi Sara Fajira berhasil didengarkan sebanyak 100juta kali hingga saat ini sehingga wajar jika kita ikut berbangga.

Jika dilihat saat ini mungkin masing-masing personilnya sudah kaya raya dan punya nama padahal mungkin kamu belum tahu perjuangan di baliknya. Salah satunya Reza ‘Arap’ Oktovian yang ternyata sebelum sukses sempat mencicipi kehidupan yang keras. Kita simak yuk cerita selengkapnya!

Percaya atau tidak Reza Arap pernah bekerja sebagai seorang tukang ojek hingga sales door to door lo

Jadi tukang ojek/ Credit: Anak Kost TV via www.anakkost.tv

Sebelum memulai kariernya sebagai seorang Youtuber, Reza Arap pernah tinggal sendirian di Jakarta karena ibunya harus ke luar kota. Di sinilah kemampuannya untuk bertahan hidup sedang diuji sehingga ia harus berjuang seorang diri di ibu kota. Berbagai macam profesi pernah ia jalani, mulai menjadi tukang ojek, penjaga warnet, hingga jualan kosmetik door to door. Baru setelah itu, ia bertemu dengan sosok Edhozell yang mengenalkannya pada dunia Youtube.

Dari kecil Reza Arap sudah senang bermain gim, kini hobinya ternyata bisa juga dijadikan konten

Awalnya begini/ Credit: Edhozell via www.youtube.com

Karena kondisi kesehatannya saat masih kecil membuatnya tak bisa terlalu banyak beraktivitas, maka Reza kecil lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain gim di rumah. Saat itu pula ibunya justru mendukung hobi anaknya. Ia dibelikan perangkat gim layaknya SEGA, Play Station, hingga Nintendo. Hobi yang sempat terhenti karena kondisinya ini akhirnya tersambung kembali setelah ia mengetahui dunia Youtube. Dilansir dari Detik.com, ia terinspirasi dari PewDiePie, gamer dan Youtuber terkenal dari Swedia, akhirnya ia mencoba untuk melakukan hal yang sama dengan kanal miliknya.

Ia disambut dengan baik melalui kanal tersebut, bahkan ia diminta untuk menghadiri acara Night Award TV Asia di Korea Selatan, kanal gaming-nya juga menjadi yang paling populer di Indonesia. Akan tetapi, beberapa waktu setelahnya, ia tampil membakar komputer dan kursi gimnya. Bahkan ia juga sempat tutup akun Youtube. Namun, kariernya nggak berhenti begitu saja.

Selain menjadi seorang Youtuber, Arap juga menjadi pengusaha yang menggarap beberapa bidang yang berbeda lo

Sekarang begini/ Credit: Reza Arap via www.instagram.com

Masih di jalan yang mirip, ia mendirikan sebuah bisnis esport management yang menjadi tempat bernaung bagi beberapa atlet esport yang bermain Fortnite, Mobile Legend, dll yang biasanya ada pertandingannya. Arap juga memiliki brand clothing miliknya yaitu Yourbae Apparel dengan stok terbatas dan jangka produksi tertentu. Belum lagi, ia juga merupakan co-owner klub Shelter di Bandung dan sebuah kafe bernama Triangel Cafe di Malang.

Sekarang, ia menjadi sosok yang sukses di bidang musik. Awalnya ia bersama Eka Gustiwana dan Billy Tanner tergabung dalam sebuah grup musik yang memiliki aliran EDM yang pernah tampil di ajang Viral Fest Asia 2017 di Bangkok, Thailand. Kini, seperti yang sudah disebutkan, ia bersama Weird Genius berhasil terpampang di Billboard Times Square.

Tak ada yang instan jika ingin mencapai sebuah kesuksesan, khususnya jika kamu berasal dari orang yang biasa-biasa saja. Akan tetapi dari Arap kita bisa belajar untuk gigih dan terus konsisten dalam meraih sesuatu hingga kita berada di jalan yang yang membawa ke sebuah pencapaian-pencapaian yang mungkin tak disangka sebelumnya. Semangat ya, teman-teman!

Itulah tadi informasi mengenai Perjalanan Jatuh Bangun Reza Arap Menuju Sukses. Pernah jadi Tukang Ojek Hingga Penjaga Warnet! oleh - reviewclubmalam.xyz dan sekianlah artikel dari kami reviewclubmalam.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Wednesday, July 15, 2020

Kisah Sukses Li Ziqi; Youtuber Kaya Raya Asal Cina yang Konten Videonya tentang Hidup di Desa oleh - reviewclubmalam.xyz

Halo sahabat selamat datang di website reviewclubmalam.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kisah Sukses Li Ziqi; Youtuber Kaya Raya Asal Cina yang Konten Videonya tentang Hidup di Desa oleh - reviewclubmalam.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Salah satu hiburan yang murah meriah untuk melepas penat seharian adalah menonton video-video di internet. Ada banyak sekali pilihan konten yang kini kian beragam. Bagi mereka, mungkin termasuk kamu, yang sehari-hari harus menghadapi macetnya jalanan serta gedung-gedung perkantoran yang tinggi, suasana pedesaan dan pegunungan bisa jadi sesuatu yang dirindukan. Makanya tak heran jika konten kehidupan pedesaan yang dibuat Li Ziqi, Youtuber asal Tiongkok jadi laris manis hingga mancanegara.

Kini ia memiliki 11 juta subscribers di seluruh dunia yang membuatnya menjadi Youtuber kaya raya walau hidup di desa. Kesuksesannya saat ini tak begitu saja diraihnya, namun ada perjuangan yang ternyata ia lakukan sedari kecil. Kita simak yuk perjalanannya berikut ini!

Li Ziqi adalah seorang perempuan yang mengabadikan kehidupan sehari-harinya di desa ke dalam sebuah video yang sering dijadikan ‘terapi relaksasi’ di Youtube

Credit: apkpure via apkpure.com

Li Ziqi merupakan seorang perempuan kelahiran 1990 yang tinggal di pedesaan di daerah Pingwu, Mianyang City, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Di sana ia hidup layaknya orang pedesaan lainnya seperti menanam berbagai sayuran, memasak berbagai macam makanan dari hasil menanamnya sendiri, membuat keranjang, bahkan juga membuat peralatan dari kayu. Semua kegiatan ini ia rekam ke dalam sebuah video yang sekarang bisa kamu tonton di channel Youtube Li Ziqi.

Dari kecil, ia ternyata sudah harus berhadapan dengan kenyataan hidup yang pahit untuk dijalani

Terbiasa bekerja keras/ Credit: The Daily China via www.thedailychina.org

Di usia 14 tahun, para remaja harusnya menikmati masa-masa sekolah dan bepergian dengan teman-temannya, namun berbeda dengan Li Ziqi yang harus drop out dan bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Berbagai macam pekerjaan sudah ia cicipi di usianya yang saat itu masih tergolong muda seperti menjadi seorang pelayan, tukang listrik, bahkan ia juga sempat menjadi DJ di klub malam yang membuatnya mengetahi tentang musik dan membantu proses mengedit videonya saat ini. Selain itu, ia juga sempat tinggal di sebuah tempat di bawah jembatan dan kelaparan lo. Walau terdengar terlalu dilebih-lebihkan namun cerita ini sudah dikonfirmasi melalui situs resmi miliknya. Pengalaman bekerja tersebut juga membantunya untuk berpikir dan menilai sesuatu secara mandiri.

Setelah berbagai pekerjaan yang ia lalui, akhirnya pada tahun 2012 lalu ia kembali ke desa untuk merawat neneknya

Kembali ke desa/ Credit: @chacakhan via medium.com

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan South China Morning Post, Li Ziqi mengaku bahwa ia kembali ke desa pada tahun 2012 untuk merawat sang nenek hingga akhirnya 4 tahun kemudian ia memulai mengabadikan kehidupannya di sana. Menurutnya, saat di kota yang ia lakukan adalah bertahan hidup sedangkan saat di desa ia merasa benar-benar hidup.

Awalnya ia mengaku bahwa ia ingin orang-orang di kota mengetahui dari mana makanan mereka awalnya berasal. Lalu, ia juga memulai memasak dan video masaknya mulai mendapatkan perhatian para ahli makanan, hal ini seiring dengan bertambahnya fans yang ia miliki. Selain di Youtube, ia juga menaruh videonya di platform Weibo hingga tahun 2016 ia mendapat perhatian yang cukup besar dan tahun 2017 ia berhasil jadi selebritas internet.

Video yang ia buat awalnya diproduksi sendiri lo, bahkan saat kini ia sudah memiliki videografer pun ia tetap menjadi pengarah visualnya

Credit: scmp via www.scmp.com

Awalnya, Li Ziqi merekam videonya sendiri menggunakan tripod sehingga kebanyakan kameranya tidak bergerak saat mengabadikan momennya. Kini ia memiliki seorang videografer dan asisten namun ia tetap menjadi sutradara yang mengarahkan visualnya. Ia akan memberikan petunjuk angle mana yang baik dan di mana harus berdiri. Bahkan biasanya videografer baru akan tahu apa yang akan divideokan tepat pada saat hari rekaman.

Kini, seperti yang mungkin kamu tahu, Li Ziqi menjadi seorang selebritas internet dengan belasan juta pengikut yang akan menjadi rujukan saat seseorang ingin mengetahui seperti apa gambaran hidup di pedesaan. Visual dan audio yang cocok untuk relaksasi membuat videonya makin punya banyak penggemar. Hayo, siapa di sini yang sudah subscribe dan nonton videonya Li Ziqi sebelum tidur? Hehe~

Itulah tadi informasi mengenai Kisah Sukses Li Ziqi; Youtuber Kaya Raya Asal Cina yang Konten Videonya tentang Hidup di Desa oleh - reviewclubmalam.xyz dan sekianlah artikel dari kami reviewclubmalam.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, July 9, 2020

Oh, Ternyata Gini Rasanya Jadi Fans yang Klubnya Berhasil Juara Premier League. Penantian Terbayar Tuntas! oleh - reviewclubmalam.xyz

Halo sahabat selamat datang di website reviewclubmalam.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Oh, Ternyata Gini Rasanya Jadi Fans yang Klubnya Berhasil Juara Premier League. Penantian Terbayar Tuntas! oleh - reviewclubmalam.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

27 April 2014.

Hari itu saya menangis sejadi-jadinya. Ketika Gerrard terpeleset pada laga melawan Chelsea, Liverpool juga terpeleset dari perebutan gelar juara Premier League. Usai laga, saya tidak mau keluar kamar kos seharian saking sedihnya (sama ada rasa malu juga sih karena Liverpool gagal juara). Sejak tahun 2004 saya jadi fans Liverpool, baru pada momen ini saya merasa sangat kecewa.

Piala FA, pernah.

Piala Liga, pernah.

Piala UEFA, pernah.

Champions League, pernah.

Cuma Premier League doang yang susah.

Saya benar-benar berharap pada ketajaman Gerrard, Suarez, dan Sturridge pada musim 2013/2014 kemarin. Eh, ndilalah kok ya kepleset. Duh makin patah hati! Tapi justru dari momen itu saya semakin jatuh cinta sama Liverpool. Mau dihujat “Looserpool” atau “next year is our year team”, bodo amat!

Ngefans Liverpool itu sama kayak naik roller coaster yang nggak ada ujungnya

Sudah lama saya jadi fans Liverpool via www.theanfieldwrap.com

Saya pernah dibikin bahagia yang rasa senangnya udah ngalahin pas nembak dan diterima sama gebetan. Salah satunya adalah saat Liverpool memenangkan Champions League 2005 silam. Kalau nggak salah waktu itu saya masih SD mau masuk SMP (Iya, maaf. Saya sudah setua itu). Dibela-belain begadang cuma demi nonton Liverpool main di final Champions League melawan tim yang waktu itu adalah favorit juara, AC Milan. Untuk jalannya pertandingan nggak perlu lah ya dijelasin di sini. Googling aja atau silakan search “Miracle of Istanbul” kalau mau tahu lebih dalam.

Pernah juga dibikin patah hati yang sedihnya lebih nyess dibanding saat dulu diputusin mantan. Contoh nyatanya adalah momen ketika Gerrard terpeleset saat melawan Chelsea. Sejujurnya, rasanya nyesek banget waktu itu. Bukan karena peluang juara Liverpool hilang, tapi karena melihat ekspresi sedih di muka seorang Steven Gerrard. Saat saya membaca buku biografi Gerrard yang berjudul “My Story” dan melihat film dokumenter “Make Us Dream”, saya jadi belajar bahwa hidup kadang bisa kejam.

Perjuangan sepenuh hati belum tentu membuahkan hasil kalau takdir belum ngasi approval.

Dari Liverpool juga saya belajar apa itu patah hati

Ketika Torres pergi via www.allsoccerplanet.com

Tapi dari sekian banyak momen yang bikin nyesek, ada satu momen yang nggak bisa saya lupakan. Waktu itu Liverpool sedang jaya-jayanya. Lantas tiba-tiba datang kabar striker andalan kami pindah ke klub rival. Torres dibeli Chelsea dengan nominal yang waktu itu memecahkan rekor transfer termahal Premier League. Nggak cuma saya, bahkan Liverpool sendiri heran Chelsea berani membeli Torres dengan harga selangit.

Sejujurnya waktu itu saya merasa insecure. Torres sudah mengemal 81 gol dalam 142 penampilannya di Liverpool. Persis waktu itu Liverpool cuma menyisakan David N’gog sebagai target man sebelum akhirnya membeli strikel lagi. Lha njuk piye terusan? Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap peran David N’gog, tapi ya gimana yaa…

Tapi dari situ juga saya belajar bahwa move on itu pasti!

Uang penjualan Torres bisa mendatangkan Luis Suarez (dan Andy Carroll, tapi yang ini nggak usah dibahas lah). Ya meski butuh waktu bagi Suarez untuk nyetel dengan style-nya Liverpool, Suarez terbukti bisa jadi pengganti sepadan untuk Torres. Meski ya pada akhirnya Suarez memilih untuk pergi, tapi paling tidak dia pindahnya ke Barca, bukan ke Arsenal tim gurem lainnya.

Toh setelah Suarez hengkang, uang hasil penjualannya bisa dipakai buat beli banyak pemain berkualitas. Dampaknya jauh lebih positif dari saat dulu Torres pergi. Sekarang Liverpool bisa bersaing di papan atas Premier League dan bahkan Champions League. Yeah ~

Sama halnya saat saya memutuskan untuk menikah, saat saya memilih jadi fans Liverpool saya udah tahu konsekuensinya. Sekarang, semua terbayar tuntas

Mo Salah~ via www.thenational.ae

Bro, Blackburn Rovers dan Leicester City aja pernah juara Premier League lho. Liverpool kapan????

Kalimat kayak gitu sudah sering saya dengar dari teman-teman dan saya baca di media sosial. Biarpun Liverpool sudah 2 kali juara Champions League pada 2005 dan 2019, netizen ini tetap saja meremehkan karena Liverpool belum pernah merasakan juara Premier League. Bagi fans-fans tim lain, Liverpool nggak bakal bisa disebut tim hebat sebelum bisa juara Premier League. Gelar juara Liga Champions, juara Piala Dunia Antarklub, dan Piasa Super Eropa, seakan nggak ada harganya. Sebagai fans Liverpool, saya tetap sering mendapat ejekan “Kapan coba terakhir kali Liverpool juara Premier Lague?” dari teman-teman lainnya.

26 Juni 2020

Tibalah kita pada hari penantian. Tanggal di atas jadi salah satu hari paling istimewa dalam hidup saya. Setelah menanti selama 30 tahun, klub kebanggaan kota Merseyside ini akhirnya bisa mengangkat trofi Premier League dan menggenapi torehan 19 kali juara Liga Inggris. Bagi saya pribadi, keberhasilan Liverpool juara Premier League benar-benar terasa istimewa. Penantian panjang atas semua ejekan dan cemoohan fans kardus klub lain akhirnya terbayar. Jürgen Klopp berhasil membawa Liverpool jadi juara Premier League setelah menanti sekian lama. Di hari ini, saya kembali meneteskan air mata. Namun kali ini rasanya berbeda, saya meneteskan air mata bahagia. Setelah sekian banyak bully dan ejekan yang saya terima, akhirnya saya bisa tersenyum bahagia karena Liverpool akhirnya juara Premier League. Terima kasih, Jürgen. Terima kasih, Hendo dan tim. Terima kasih, FSG. Terima kasih, Michael Edward. Terima kasih, Liverpool.

Tertanda,

Fans Liverpool

#HipweeJurnal adalah ruang dari para penulis Hipwee kesayanganmu untuk berbagi opini, pengalaman, serta kisah pribadinya yang seru dan mungkin kamu perlu tahu 

Itulah tadi informasi mengenai Oh, Ternyata Gini Rasanya Jadi Fans yang Klubnya Berhasil Juara Premier League. Penantian Terbayar Tuntas! oleh - reviewclubmalam.xyz dan sekianlah artikel dari kami reviewclubmalam.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tuesday, June 30, 2020

Oh, Ternyata Gini Rasanya Jadi Fans yang Klubnya Berhasil Juara Premier League. Penantian Terbayar Tuntas! oleh - reviewclubmalam.xyz

Halo sahabat selamat datang di website reviewclubmalam.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Oh, Ternyata Gini Rasanya Jadi Fans yang Klubnya Berhasil Juara Premier League. Penantian Terbayar Tuntas! oleh - reviewclubmalam.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

27 April 2014.

Hari itu saya menangis sejadi-jadinya. Ketika Gerrard terpeleset pada laga melawan Chelsea, Liverpool juga terpeleset dari perebutan gelar juara Premier League. Usai laga, saya tidak mau keluar kamar kos seharian saking sedihnya (sama ada rasa malu juga sih karena Liverpool gagal juara). Sejak tahun 2004 saya jadi fans Liverpool, baru pada momen ini saya merasa sangat kecewa.

Piala FA, pernah.

Piala Liga, pernah.

Piala UEFA, pernah.

Champions League, pernah.

Cuma Premier League doang yang susah.

Saya benar-benar berharap pada ketajaman Gerrard, Suarez, dan Sturridge pada musim 2013/2014 kemarin. Eh, ndilalah kok ya kepleset. Duh makin patah hati! Tapi justru dari momen itu saya semakin jatuh cinta sama Liverpool. Mau dihujat “Looserpool” atau “next year is our year team”, bodo amat!

Ngefans Liverpool itu sama kayak naik roller coaster yang nggak ada ujungnya

Sudah lama saya jadi fans Liverpool via www.theanfieldwrap.com

Saya pernah dibikin bahagia yang rasa senangnya udah ngalahin pas nembak dan diterima sama gebetan. Salah satunya adalah saat Liverpool memenangkan Champions League 2005 silam. Kalau nggak salah waktu itu saya masih SD mau masuk SMP (Iya, maaf. Saya sudah setua itu). Dibela-belain begadang cuma demi nonton Liverpool main di final Champions League melawan tim yang waktu itu adalah favorit juara, AC Milan. Untuk jalannya pertandingan nggak perlu lah ya dijelasin di sini. Googling aja atau silakan search “Miracle of Istanbul” kalau mau tahu lebih dalam.

Pernah juga dibikin patah hati yang sedihnya lebih nyess dibanding saat dulu diputusin mantan. Contoh nyatanya adalah momen ketika Gerrard terpeleset saat melawan Chelsea. Sejujurnya, rasanya nyesek banget waktu itu. Bukan karena peluang juara Liverpool hilang, tapi karena melihat ekspresi sedih di muka seorang Steven Gerrard. Saat saya membaca buku biografi Gerrard yang berjudul “My Story” dan melihat film dokumenter “Make Us Dream”, saya jadi belajar bahwa hidup kadang bisa kejam.

Perjuangan sepenuh hati belum tentu membuahkan hasil kalau takdir belum ngasi approval.

Dari Liverpool juga saya belajar apa itu patah hati

Ketika Torres pergi via www.allsoccerplanet.com

Tapi dari sekian banyak momen yang bikin nyesek, ada satu momen yang nggak bisa saya lupakan. Waktu itu Liverpool sedang jaya-jayanya. Lantas tiba-tiba datang kabar striker andalan kami pindah ke klub rival. Torres dibeli Chelsea dengan nominal yang waktu itu memecahkan rekor transfer termahal Premier League. Nggak cuma saya, bahkan Liverpool sendiri heran Chelsea berani membeli Torres dengan harga selangit.

Sejujurnya waktu itu saya merasa insecure. Torres sudah mengemal 81 gol dalam 142 penampilannya di Liverpool. Persis waktu itu Liverpool cuma menyisakan David N’gog sebagai target man sebelum akhirnya membeli strikel lagi. Lha njuk piye terusan? Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap peran David N’gog, tapi ya gimana yaa…

Tapi dari situ juga saya belajar bahwa move on itu pasti!

Uang penjualan Torres bisa mendatangkan Luis Suarez (dan Andy Carroll, tapi yang ini nggak usah dibahas lah). Ya meski butuh waktu bagi Suarez untuk nyetel dengan style-nya Liverpool, Suarez terbukti bisa jadi pengganti sepadan untuk Torres. Meski ya pada akhirnya Suarez memilih untuk pergi, tapi paling tidak dia pindahnya ke Barca, bukan ke Arsenal tim gurem lainnya.

Toh setelah Suarez hengkang, uang hasil penjualannya bisa dipakai buat beli banyak pemain berkualitas. Dampaknya jauh lebih positif dari saat dulu Torres pergi. Sekarang Liverpool bisa bersaing di papan atas Premier League dan bahkan Champions League. Yeah ~

Sama halnya saat saya memutuskan untuk menikah, saat saya memilih jadi fans Liverpool saya udah tahu konsekuensinya. Sekarang, semua terbayar tuntas

Mo Salah~ via www.thenational.ae

Bro, Blackburn Rovers dan Leicester City aja pernah juara Premier League lho. Liverpool kapan????

Kalimat kayak gitu sudah sering saya dengar dari teman-teman dan saya baca di media sosial. Biarpun Liverpool sudah 2 kali juara Champions League pada 2005 dan 2019, netizen ini tetap saja meremehkan karena Liverpool belum pernah merasakan juara Premier League. Bagi fans-fans tim lain, Liverpool nggak bakal bisa disebut tim hebat sebelum bisa juara Premier League. Gelar juara Liga Champions, juara Piala Dunia Antarklub, dan Piasa Super Eropa, seakan nggak ada harganya. Sebagai fans Liverpool, saya tetap sering mendapat ejekan “Kapan coba terakhir kali Liverpool juara Premier Lague?” dari teman-teman lainnya.

26 Juni 2020

Tibalah kita pada hari penantian. Tanggal di atas jadi salah satu hari paling istimewa dalam hidup saya. Setelah menanti selama 30 tahun, klub kebanggaan kota Merseyside ini akhirnya bisa mengangkat trofi Premier League dan menggenapi torehan 19 kali juara Liga Inggris. Bagi saya pribadi, keberhasilan Liverpool juara Premier League benar-benar terasa istimewa. Penantian panjang atas semua ejekan dan cemoohan fans kardus klub lain akhirnya terbayar. Jürgen Klopp berhasil membawa Liverpool jadi juara Premier League setelah menanti sekian lama. Di hari ini, saya kembali meneteskan air mata. Namun kali ini rasanya berbeda, saya meneteskan air mata bahagia. Setelah sekian banyak bully dan ejekan yang saya terima, akhirnya saya bisa tersenyum bahagia karena Liverpool akhirnya juara Premier League. Terima kasih, Jürgen. Terima kasih, Hendo dan tim. Terima kasih, FSG. Terima kasih, Michael Edward. Terima kasih, Liverpool.

Tertanda,

Fans Liverpool

#HipweeJurnal adalah ruang dari para penulis Hipwee kesayanganmu untuk berbagi opini, pengalaman, serta kisah pribadinya yang seru dan mungkin kamu perlu tahu 

Itulah tadi informasi mengenai Oh, Ternyata Gini Rasanya Jadi Fans yang Klubnya Berhasil Juara Premier League. Penantian Terbayar Tuntas! oleh - reviewclubmalam.xyz dan sekianlah artikel dari kami reviewclubmalam.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, June 26, 2020